25 September 2017
Search :
PELUANG USAHA


Peluang Pasar Indonesia di Tanzania
Sabtu, 05 Agustus 2006

Hubungan bilateral antara Indonesia dan Tanzania selama ini berjalan cukup baik. Terbukti, pada tahun 2002 lalu Perdana Menteri Tanzania Frederick Sumaye melakukan kunjungan resmi ke Jakarta. Berikutnya, pada awal 2004 Menteri Luar Negeri dan Kerjasama Internasionalnya melakukan hal yang sama dan berhasil ditandatangani MOU ?Join Commission? yang mencakup kerjasama pengembangan SDM, pelatihan, peningkatan, perdagangan dan investasi serta sosial budaya.
Perjanjian ini dapat menjadi modal dasar pengembangan hubungan bidang ekonomi kedua negara melalui perjanjian-perjanjian yang lebih teknis, misalnya Perjanjian Penghindaran Pajak Berganda (P3B) atau Persetujuan Peningkatan dan Perlindungan atas Penanaman Modal (P4M) pada masa-masa mendatang.
Di sektor perdagangan, menurut data dari Tanzania Revenue Authority, terdapat kecenderungan peningkatan nilai perdagangan kedua negara. Pada tahun 1999, produk impor dari Indonesia telah mengalami peningkatan.
Produk-produk Indonesia mulai dari makanan, consumer goods, alat-alat elektronik, tekstil dan garmen, produk ban, furnitur dan lain-lain telah masuk ke Tanzania dan bersaing dengan produk-produk manca negara. Produk-produk kita dapat ditemukan di pasaran retail negara berpenduduk 35 juta tersebut.

Peluang Pasar
Negara yang merupakan gabungan antara Republik Tanganyika dan Zanzibar ini sudah sejak tahun 1994 ternyata memiliki peluang pasar yang bagus. Di samping memiliki stabilitas politik yang tinggi, Tanzania juga memiliki arah kebijakan ekonomi makro yang kondusif bagi investasi. Memiliki fasilitas AGOA, Lome Convention, dan Cotonou Agreement yang dinikmatinya, barang-barang produksi Indonesia dapat mengakses pasaran AS dan Uni Eropa lewat fasilitas duty fee dan quota free yang dinikmati para pengusaha Tanazania.
Pasar Tanzania cukup besar karena tidak hanya mencakup wilayah Tanzania saja melainkan hingga ke wilayah negara tetangga, seperti Rwanda, Burundi, Kongo, Malawi, Uganda dan Zambia yang kesemuanya merupakan negara-negara ?llandlocked?.
Di samping itu, keanggotaan Tanzania di dalam EAC dan SADC yang memberi nilai tambah karena dengan memanfaatkan fasilitas yang dimiliki Tanzania selaku anggota kedua organisasi tersebut, produk Indonesia akan lebih mudah mengakses pasar Afrika bagian timur yang memiliki populasi sekitar 130 juta jiwa.
Hampir semua barang yang dijumpai di Tanzania merupakan produk impor. Ini membuka peluang sangat luas bagi masuknya produk Indonesia. Barang-barang produksi Indonesia telah dikenal luas di pasaran Tanzania dan sekitarnya, karena kualitasnya yang baik. Produk Indonesia mengalir ke Tanzania, baik secara langsung dibawa oleh pedagang kulakan/retailer maupun melalui negara ke-3 seperti Dubai, Hongkong, Singapura, dan lain-lain.
Selain itu kebijakan pemerintah Tanzania untuk membuat industrial parks yang diharapkan akan menjadi pusat interaksi antara industri kecil dan menengah untuk menciptakan intermarket backward linkages dan produk yang dihasilkan akan menjadi forward linkages untuk menciptakan harga kompetitif baik di pasar domestik maupun regional. Industrial parks ini akan berlokasi di Kilimanjaro, Kagera dan Mwanza (berbatasan dengan Kenya dan Uganda).
Sejalan dengan rencana pemerintah Tanzania Mini Tiger Plan 2020, mulai awal tahun depan pemerintah mulai mempercepat upaya peningkatan pendapatan nasional, mengurangi kemiskinan, penciptaan lapangan kerja dan peningkatan ekspor melalui peningkatan daya tarik terhadap Foreign Direct Investment (FDI) atas potensi tujuan investasi domestik yang terutama dipusatkan ke Economic Processing Zones (EPZ). EPZ berlokasi di Dar es Salam, Tanga dan Mtwara. EPZ ini nantinya akan dapat mendukung mekanisme forward dan backward linkage yang dihasilkan oleh industrial parks. Hubungan bilateral Indonesia-tanzania hingga saat ini belum menemui hambatan yang berarti. Hanya saat ini antara pemerintah kita dengan Tanzania belum terdapat perjanjian untuk menurunkan bea masuk bagi produk-produk kita yang masuk ke Tanzania. Banyak produk Indonesia yang masuk Tanzania terkena pajak MDV (minimum duty value) senilai 20% dan VAT sebesar 25% sehingga tidak kompetitif dengan produk sejenis dari negara lain.


Merambah Pasar Dagang HONGARIA

Selasa, 01 Agustus 2006
Masuknya Hongaria ke dalam Uni Eropa mendorong Indonesia untuk menjajaki potensi pasar dalam negerinya. Negara berpenduduk 10,06 juta jiwa ini ternyata memiliki daya tarik pasar yang cukup menjanjikan()

Pengunjung hari ini :  
Total Pengunjung    :  

Copyright © 2003 Indag-DIY. All rights reserved. Contact Us.
Designed by THINKNOLIMITS.