25 September 2017
Search :
BERITA


Workshop Kulit dan Produk Kulit
Selasa, 26 Juni 2007

Dalam rangka meningkatkan ekspor non-migas, khususnya kulit dan produk kulit, diperlukan upaya mencari dan menyusun strategi pengembangan ekspor melalui kegiatan pembinaan dunia usaha bagi para produsen / eksportir produk tersebut. Hal ini dilakukan karena masih banyak para produsen / eksportir kulit dan produk kulit di Indonesia, khususnya di Yogyakarta yang kurang memahami tentang Proses Produksi, Desain, dan Trend Warna serta Aspek Pemasaran untuk memasuki pasar Eropa.

Propinsi D.I. Yogyakarta berada pada peringkat ke-30 (tiga puluh) sebagai propinsi penyumbang ekspor non-migas yang pada periode 2001-2005 nilainya berfluktuasi. Ekspor pada tahun 2001 mencapai nilai USD 1,03 juta dan meningkat sebesar 0,12% menjadi USD 1,26 juta pada tahun 2002. Namun pada tahun 2003 nilai ekspor propinsi ini mengalami penurunan dengan realisasi hanya USD 487 ribu, tetapi tahun 2004 kembali mengalami peningkatan menjadi USD 941 ribu. Pada tahun 2005 mengalami peningkatan yang cukup signifikan menjadi sebesar USD 2,08 juta.

Dari seluruh total ekspor non-migas D.I. Yogyakarta pada tahun 2005, sebanyak 17,93% adalah kulit disamak/tidak (HS 41) dengan nilai USD 372 ribu, disusul produk kerajinan kulit (HS 42) dengan bagian sebesar 14,55% senilai USD 302 ribu. Pada tahun 2005, total kontribusi komoditi kulit dan olahannya mencapai sebesar 45,87% dari seluruh total ekspor propinsi tersebut. Hal tersebut mengindikasikan betapa besarnya peranan komoditi kulit dan olahannya bagi perekonomian Daerah Istimewa Yogyakarta.

Berkaitan dengan hal tersebut di atas, Pusat Pengembangan Pasar Wilayah Amerika dan Eropa – BPEN Departemen Perdagangan pada tahun anggaran 2007 bekerja sama dengan SIPPO (Swiss Import Promotion Programme) mengadakan kunjungan ke perusahaan dan workshop ”Pengembangan Produk Kulit dalam Upaya Menembus Pasar Eropa” pada tanggal 08 – 09 Juni 2007 di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Maksud dan tujuan dari program ini adalah memberikan tambahan pengetahuan kepada produsen/ eksportir tentang Teknik Produksi, Desain dan Fashion, Trend Pasar, dan Aspek Pemasaran di Eropa, melihat dan menganalisa perusahaan yang memenuhi syarat untuk berpartisipasi dalam pameran produk kulit di Offenbach – Jerman pada bulan September 2007 dan dalam Program SIPPO untuk bidang Leather Product selama tahun 2005 – 2007.

Tanggal 08 Juni 2007, mulai jam 09.00 WIB, Mr. Herbert Ammann (Expert dari SIPPO) dan BPEN didampingi karyawan Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) D.I. Yogyakarta, melakukan kunjungan ke 7 (tujuh) perusahaan penghasil produk kulit, yaitu CV. Bumi Cipta Mandiri, Fancy Leather Art, Kerajinan Indonesia, Dian Mandala, Ami Leather, M. Joint, D & D Handycraft Collection.

Acara workshop yang dilaksanakan di Hotel Wisanti pada tanggal 09 Juni 2007 yang dibuka Kepala Disperindagkop D.I. Yogyakarta dan dihadiri oleh 50 peserta yang terdiri dari penghasil produk kulit di D.I. Yogyakarta dan perwakilan instansi terkait. Dalam sambutannya Kepala Disperindagkop D.I. Yogyakarta mengatakan penghargaan atas perhatian BPEN-Depdag yang konsisten dalam membantu para pengusaha dengan mendatangkan Tenaga Ahli Kulit dari Luar Negeri, Agar para pengusaha dapat mengambil manfaat dari acara workshop ini sehingga dapat mengembangkan produk baik dari segi desain maupun kombinasi warna.

Mr. Herbert Ammann sebagai Expert dari SIPPO yang menjadi pembicara dalam workshop ini, menyampaikan pokok-pokok materi antara lain SIPPO mendukung usaha para eksportir, khususnya dari negara berkembang, untuk berpartisipasi dalam perdagangan dunia internasional, terutama dengan Uni Eropa dan Switzerland. Dukungan dari SIPPO ini berupa bantuan dalam bentuk, antara lain pembuatan daftar eksportir produk kulit (secara online), studi pasar (secara online maupun cetak), membangun kapasitas pemasaran ekspor (dalam bentuk workshop), partisipasi dalam pameran pada booth yang disponsori SIPPO, Misi Dagang, kontak langsung/ forum bisnis antara pengusaha, program promosi individual.

Untuk dapat memasuki pasar Uni Eropa Mr. Herbert Ammann menyampaikan beberapa hal, yaitu penghasil produk kulit di Indonesia harus selalu memperhatikan trend mode yang sedang disukai di negara tujuan ekspor mereka, karena trend mode erat kaitannya dengan trend fashion produk kulit. Untuk itu para penghasil produk kulit di Indonesia harus rajin mencari informasi dari berbagai media, antara lain: internet, televisi, majalah, dan lain-lain. Penghasil produk kulit itu juga harus memperhatikan mengenai trend penjualan retail produk kulit di negara yang akan dituju, akan lebih baik apabila difokuskan pada segmen pasar tertentu untuk memudahkan model dan warna apa yang harus kita produksi. Aspek Teknis dan Komersial, ditekankan pada peningkatan peralatan dan kemampuan SDM untuk mendukung kualitas produk kulit yang dihasilkan, serta harga yang bersaing dan penanganan promosi yang terpadu untuk mendukung daya saing produk. Aspek Ekologikal, ditekankan pada penggunaan bahan-bahan yang tidak membahayakan kesehatan, pengelolaan limbah yang baik dan tidak merusak lingkungan. Aspek Sosial, penekanan pada kesejahteraan karyawan, antara lain mengenai: upah tenaga kerja yang sesuai peraturan, kesehatan dan keselamatan karyawan mendapatkan perhatian, serta tidak menggunakan tenaga kerja anak-anak (di bawah umur).

Untuk dapat lebih mengkhususkan produk kulit pada pasar ekspor, para penghasil produk kulit harus memperhatikan hal-hal :
- Bahan baku terbaik : menggunakan kulit yang berkualitas tinggi, serta mengkombinasikan dengan bahan-bahan lain yang dapat memberi nilai tambah pada produk kulit dimaksud, misalnya dengan bahan serat alami (rotan, bambu, pandan, dll.)
- Penetapan harga produk : lebih ditekankan pada keunggulan harga yang lebih rendah apabila mencontoh model produk lain, pembedaan produk untuk mendapat margin yang lebih baik, dan penetapan segmentasi harga.
- Tenaga kerja terbaik : ditekankan pada pemberian pelatihan professional, perhatian, kondisi kerja, kontrak kerja, kondisi kehidupan dan situasi keluarga yang baik bagi tenaga kerja yang ada
-
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam usaha menembus pasar Eropa :
- Internet Research, Market Studies
Sebelum memasuki pasar Eropa, para penghasil produk kulit dapat terlebih dahulu mengadakan penelitian sederhana mengenai calon pelanggan potensial, pesaing, dan hal-hal lain yang menarik dari situs-situs di internet.
- Agents/Importers vs Direct Contact to Retailers
Penghasil produk kulit dapat memilih jalur melalui agen/importer atau secara kontak langsung dengan pengecer untuk memasuki pasar Eropa.
- Sampling and/or copying. Adaptation of Styles
Produk kulit yang dihasilkan dapat merupakan hasil contoh atau mengkopi produk kulit yang dilihat dari situs-situs di internet, tetapi hal ini dilakukan hanya untuk menyesuaikan dengan selera pasar Eropa (tidak mencontoh secara utuh)
- Finishing and Packaging. Logistics
Para penghasil produk kulit harus memperhatikan kondisi kemasan akhir dari produk yang akan memasuki pasar Eropa agar sesuai dengan standar yang berlaku di Eropa dan menarik minat konsumen. Selain itu juga harus diperhatikan jadwal pengiriman barang agar tepat waktu sesuai dengan yang diperjanjikan.
- Terms of Trade, LC’s; Other Financial Aspects
Penghasil produk kulit perlu memperhatikan mengenai cara-cara pembayaran yang aman, tidak hanya bagi penghasil produk kulit itu sendiri tetapi juga bagi pelanggan di Eropa.

Cara-cara menampilkan produk agar lebih menarik bagi calon pembeli, khususnya apabila menjadi peserta suatu pameran. Disarankan agar perusahaan tidak membawa terlalu banyak model produk, tetapi dipilih beberapa model yang terbaik saja. Kemudian dari tiap model yang terbaik itu, sebaiknya juga dibuat dalam beberapa warna berbeda. Sehingga apabila ditampilkan, misalnya dalam rak, dapat disusun secara horizontal berupa satu model yang sama tetapi dalam warna berbeda-beda, dan secara vertikal berupa satu warna yang sama tetapi dengan model yang berbeda-beda.

Desain, warna, dan bahan produk handbags yang saat ini disukai oleh konsumen di Switzerland. Selain itu juga menerangkan mengenai desain, pemilihan warna dan bahan produk kulit yang mungkin akan disukai pada musim semi/ panas untuk tahun 2008 di Eropa.

Dari hasil kunjungan ke perusahaan dan Workshop Pengembangan Produk Kulit dalam Upaya Menembus Pasar Eropa di D.I.Yogyakarta, dapat diidentifikasi beberapa masalah, yaitu: kurangnya kemampuan Bahasa Inggris dan kemampuan menggunakan teknologi (e-mail/internet) pada beberapa perusahaan penghasil produk kulit yang produk-produknya mempunyai potensi untuk menembus pasar Eropa. Tingginya pajak impor bahan baku/ aksesoris untuk kebutuhan produksi, dimana bahan baku tersebut sulit dipenuhi dari dalam negeri. Langkanya bahan baku kulit kualitas terbaik (grade A, B, C) yang cenderung diekspor oleh para produsen/ eksportir bahan baku kulit.

Dari hasil Company Visit dan Workshop yang diadakan di D.I. Yogyakarta dapat ditarik kesimpulan :
• Pada umumnya perusahaan penghasil produk kulit, khususnya handbags di Yogyakarta sudah baik dalam desain produknya dan penggunaan bahan bakunya yang mampu menarik minat konsumen Eropa.
• Mr. Herbert Ammann berpendapat bahwa perusahaan produk kulit di Yogyakarta sudah menerapkan saran-saran yang diberikan Tenaga Ahli tersebut pada saat kegiatan yang sama tahun lalu.
• Perlu dicarikan solusi terbaik untuk mengatasi kendala-kendala yang dihadapi produsen/eksportir produk kulit di Jogyakarta, terutama tentang pajak impor untuk bahan baku aksesoris dan kelangkaan bahan baku kulit kualitas terbaik (grade A, B, C) yang cenderung diekspor oleh para produsen/eksportir bahan baku kulit. Sebab hal ini menyangkut nilai tambah dari produk-produk yang dihasilkan.
• Umumnya para peserta workshop menginginkan informasi mengenai desain, warna dan bahan yang sesuai dengan selera pasar Eropa. Untuk memenuhi kebutuhan ini, Mr. Herbert Ammann telah memperlihatkan slide-slide dan membagikan CD (compact disc) mengenai Leather Fashion Forecast Spring/Summer 2008.


SOSIALISASI PENERBITAN SKA SEMI OTOMASI

Selasa, 01 Mei 2007
Menindaklanjuti surat Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Dep. Perdagangan Nomor: 879/DAGLU/9/2006, ()

Pengunjung hari ini :  
Total Pengunjung    :  

Copyright © 2003 Indag-DIY. All rights reserved. Contact Us.
Designed by THINKNOLIMITS.